PATI –BUSERPOST.COM. Warga Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, dibuat geger oleh dugaan pembacokan terhadap seorang pemuda hingga mengalami luka serius di bagian belakang leher. Peristiwa yang terjadi pada akhir pekan lalu itu kini memasuki babak baru setelah polisi berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat di Surabaya.
Korban diketahui bernama Hervan Sistianto bin Siswo Oetomo (27), warga Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Berdasarkan laporan Radar Pati, korban mengalami luka cukup dalam dan lebar di bagian belakang leher sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
DIDUGA DIBACOK DENGAN CELURIT
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah informasi dan video kondisi korban beredar di media sosial. Dalam laporan media setempat, luka korban disebut berada di bagian belakang leher dan cukup serius.
Polisi juga disebut mengamankan senjata tajam jenis celurit serta pakaian korban sebagai barang bukti dari lokasi kejadian. Sejumlah orang tercatat mengetahui atau menjadi saksi dalam perkara tersebut.
Namun, motif dan rangkaian kejadian secara lengkap masih dalam proses penyelidikan, sehingga informasi yang beredar di media sosial belum dapat dijadikan sebagai keseluruhan kronologi resmi.
TERDUGA PELAKU KABUR, BERAKHIR DI SURABAYA
Setelah kejadian, polisi melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.
Upaya tersebut berujung pada pengamanan seorang pria di Surabaya pada Senin malam, 21 September 2026. Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama membenarkan bahwa tim gabungan Satreskrim Polresta Pati dan Polsek Juwana telah mengamankan pria yang diduga terlibat.
Terduga pelaku disebut diamankan di rumah milik kerabatnya. Setelah diamankan, ia dibawa untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Pati.
DUGAAN PENGARUH MIRAS MASIH DIDALAMI
Polisi menyampaikan bahwa dugaan pengaruh minuman keras menjadi salah satu aspek yang sedang didalami. Selain itu, kedua pihak disebut sebelumnya sempat terlibat perselisihan.
Namun polisi menegaskan penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan fakta dan motif sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Artinya, dugaan motif tersebut belum dapat diposisikan sebagai kesimpulan akhir sebelum pemeriksaan terhadap terduga pelaku, korban, saksi, serta barang bukti selesai dilakukan.
PERTANYAAN BESAR DI BALIK CELURIT
Kasus ini menyisakan sejumlah pertanyaan penting: apa yang sebenarnya terjadi sebelum pembacokan? Apa pemicu perselisihan? Mengapa senjata tajam sampai digunakan? Dan bagaimana kronologi hingga korban mengalami luka serius di leher?
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini berada dalam proses penyelidikan kepolisian.
Masyarakat tentu menunggu penjelasan resmi agar kasus yang sempat ramai di media sosial ini tidak berkembang menjadi berbagai versi yang belum terverifikasi.
POLISI DIMINTA UNGKAP KASUS SECARA TERANG
Pengamanan terduga pelaku di Surabaya menjadi langkah penting dalam pengungkapan perkara. Namun, penangkapan bukanlah akhir dari proses.
Publik masih menunggu kronologi resmi, motif, status hukum terduga pelaku, hasil pemeriksaan saksi, serta perkembangan kondisi korban.
Prinsipnya jelas: siapa pun yang terlibat harus diproses berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
Red.












