PATI — BUSERPOST.COM — Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota Aliansi Pati Bangkit (APB) bertemu dan berbincang akrab dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjadi sorotan di media sosial.
Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Pendapa Kabupaten Pati saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026. Dalam video yang beredar, anggota APB terlihat mengenakan atribut organisasi sebelum dihampiri Chandra.
Momen salaman dan percakapan santai itu kemudian memunculkan beragam tafsir di tengah publik. Pasalnya, APB selama ini dikenal sebagai kelompok yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Bupati Pati nonaktif Sudewo, yang saat ini menghadapi perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang.
Namun, Ketua APB Sutirto membantah jika pertemuan tersebut dimaknai sebagai tanda berpindahnya dukungan politik kepada Chandra.
Menurut Sutirto, kedatangan APB ke Pendapa Kabupaten Pati tidak berkaitan dengan dukungan kepada Plt Bupati. Mereka hadir dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
“Kami tetap mendukung Pak Sudewo sampai keputusan bebas,” tegas Sutirto dalam keterangannya.
Sutirto menjelaskan, pertemuan dengan Chandra berlangsung secara spontan. Anggota APB yang berada di lokasi kemudian disalami dan diajak berbincang oleh Chandra.
Ia menilai interaksi tersebut merupakan bentuk etika dan penghormatan dalam sebuah pertemuan, bukan tanda perubahan sikap politik.
Karpet Merah untuk Sudewo
Di balik kehadiran APB di Pendapa Pati, Sutirto justru menyebut terdapat simbol yang berkaitan langsung dengan Sudewo.
APB, kata dia, ingin menunjukkan bahwa mereka masih berharap Sudewo dapat kembali memimpin Kabupaten Pati. Bahkan, pihaknya menyebut rencana membentangkan karpet merah sebagai simbol penyambutan apabila Sudewo kembali menjalankan tugas sebagai bupati.
Pernyataan tersebut membuat pertemuan yang awalnya terlihat sederhana menjadi perhatian publik. Di satu sisi, video menunjukkan suasana hangat antara loyalis Sudewo dan Plt Bupati Pati. Di sisi lain, APB menegaskan posisi politiknya tidak berubah.
Tetap Kawal Sudewo
Sikap APB semakin ditegaskan dengan rencana mereka kembali mengawal persidangan Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang.
Sutirto menyebut pihaknya tetap akan mengikuti agenda persidangan dan mengawal Sudewo. Sebelumnya, Sudewo telah dituntut 8 tahun 6 bulan penjara oleh JPU KPK dalam perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan proyek DJKA dan pengisian perangkat desa.
Kini, video pertemuan APB dengan Chandra menjadi bola panas di ruang publik.
Apakah itu sekadar pertemuan dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, atau ada pesan politik di baliknya?
APB sudah memberikan jawabannya: mereka mengaku tidak beralih dukungan dan tetap berada di belakang Sudewo.
Namun, publik tentu memiliki ruang untuk menilai sendiri makna pertemuan tersebut.
Red.












