Selasa, 3 Nov 2026

SIDAK DINI HARI BONGKAR MASALAH DAPUR MBG DI CLUWAK: LELE MINI HINGGA IPAL DISOROT

PATI — Buserpost.com. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati kembali mendapat sorotan. Inspeksi mendadak yang dilakukan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cluwak menemukan sejumlah persoalan, mulai dari bahan pangan hingga pengelolaan limbah.

Sidak dilakukan pada Jumat (25/9/2026) sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Pemeriksaan menyasar sejumlah SPPG di wilayah Cluwak untuk memastikan makanan yang disiapkan bagi penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.

LELE TERLALU KECIL JADI TEMUAN

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah ikan lele berukuran sangat kecil. Dalam pemeriksaan, Chandra menemukan lele yang dinilai tidak layak dari sisi ukuran dan proses penyortiran.

Chandra meminta pengelola SPPG memperketat proses sortir bahan makanan sehingga bahan yang digunakan benar-benar sesuai standar sebelum masuk ke tahap pengolahan.

Selain lele, ditemukan pula buah jeruk dengan kondisi kulit yang sudah menghitam. Menurut Chandra, kondisi bahan seperti itu perlu mendapat perhatian karena berpotensi menyebabkan kontaminasi silang apabila tidak segera dipisahkan dari bahan makanan lain.

IPAL JUGA MENJADI SOROTAN

Persoalan tidak berhenti pada bahan pangan. Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah SPPG juga menjadi catatan dalam sidak tersebut.

Chandra menyebut persoalan IPAL perlu ditangani karena berkaitan langsung dengan lingkungan masyarakat di sekitar dapur SPPG. Pemerintah daerah meminta pengelolaan limbah tidak sekadar tersedia secara fasilitas, tetapi benar-benar berfungsi sesuai ketentuan.

PENGAWASAN DIPERKETAT

Pemkab Pati menyatakan pengawasan terhadap SPPG akan terus dilakukan. Chandra meminta kepala SPPG dan mitra penyedia memperketat pengawasan bahan baku, termasuk proses sortir sebelum makanan diproduksi dan didistribusikan.

Langkah tersebut menjadi penting karena MBG menyasar anak-anak dan penerima manfaat lainnya, sehingga kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengelolaan limbah harus berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan.

Berdasarkan keterangan yang diberitakan sejumlah media, sidak tersebut merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Pati. Pemerintah daerah juga menyatakan pemeriksaan akan terus dilakukan terhadap SPPG lainnya.

Kini persoalannya bukan sekadar berapa banyak makanan yang bisa diproduksi setiap hari, tetapi apakah setiap makanan yang sampai ke penerima manfaat benar-benar telah melewati proses pengawasan yang ketat.

Red