Selasa, 3 Nov 2026

Mutasi Besar-besaran Polri! Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser 88 Perwira, 19 Kapolda Berganti

JAKARTA, BUSERPOST.COM— Perubahan besar terjadi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Hanya sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri, sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi dan dirotasi.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Perubahan tidak hanya menyentuh sejumlah posisi strategis di Mabes Polri, tetapi juga 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah tersebut menjadi salah satu keputusan awal Suyudi setelah resmi mengambil alih tongkat komando Polri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

88 Perwira Bergeser

Berdasarkan keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dari 88 personel yang dimutasi, 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru.

Polri menyebut mutasi dan rotasi tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, kebutuhan organisasi, sekaligus penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Namun, besarnya jumlah personel yang bergeser membuat perubahan ini menjadi perhatian karena menyentuh berbagai titik penting dalam struktur kepolisian.

Kursi Strategis Mabes Polri Ikut Berubah

Sejumlah posisi penting di Mabes Polri kini diisi pejabat baru.

Di antaranya:

  • Komjen Pol. Asep Edi Suheri dipercaya sebagai Irwasum Polri.
  • Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kabaintelkam Polri.
  • Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kabareskrim Polri.
  • Irjen Pol. Hery Herjawan sebagai Kabaharkam Polri.
  • Irjen Pol. Rudi Darmoko sebagai Kalemdiklat Polri.
  • Irjen Pol. Andik Setiyono sebagai Astamarena Kapolri.
  • Brigjen Pol. Agus Dwi Hermawan sebagai Aslog Kapolri.
  • Brigjen Pol. Deni Dharmapala sebagai As SDM Polri.
  • Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap sebagai Kadivpropam Polri.
  • Irjen Pol. Roberto G.M. Pasaribu sebagai Kadiv TIK Polri.
  • Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani sebagai Kadensus 88 AT Polri.

Pergantian juga mencakup posisi Kadivkum, Kakortastipidkor hingga Koorspripim.

19 Kapolda Berganti

Tidak berhenti di Mabes Polri, mutasi juga menyentuh 19 posisi Kapolda.

Sejumlah wilayah yang mengalami pergantian antara lain Polda Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, NTT, Maluku, Kepri, Sumbar, Sulsel, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan DIY.

Untuk Jawa Tengah, posisi Kapolda tercantum bergeser kepada Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan. Sementara di Jawa Barat, nama Irjen Pol. Hengki tercantum sebagai Kapolda baru.

Polri: Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Polri menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri,” kata Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Polri, para pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program serta pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

Era Baru di Bawah Suyudi

Mutasi besar ini berlangsung bersamaan dengan dimulainya kepemimpinan baru Polri.

Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Sehari kemudian, tongkat komando secara resmi diteruskan melalui rangkaian serah terima Panji-panji Polri Tribrata.

Dengan bergesernya puluhan perwira dan berubahnya 19 kursi Kapolda, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana para pejabat baru menjalankan tugasnya serta arah kebijakan Polri di bawah kepemimpinan Suyudi.

Red.