Selasa, 3 Nov 2026

Dugaan Cinta Segitiga Berujung Maut, Pria di Tayu Pati Tewas Ditusuk

PATI, BuserPost.com — Suasana di wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak geger. Seorang pria berinisial AK dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat dugaan penusukan pada Minggu (27/9/2026) dini hari.

Peristiwa berdarah tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian. Dugaan sementara yang beredar di masyarakat menyebut insiden itu berkaitan dengan persoalan asmara. Namun, motif dan rangkaian kejadian secara utuh masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia memastikan korban meninggal dunia dan menyampaikan bahwa kasus tersebut akan ditangani lebih lanjut oleh Polresta Pati.

“Iya benar, korban meninggal dunia. Nanti akan langsung rilis di Polresta Pati,” ujar AKP Aris Pristianto, Minggu (27/9/2026).

Berawal dari Kosan

Informasi yang beredar menyebut korban sebelumnya pulang setelah bernyanyi bersama seorang perempuan berinisial VD. Korban kemudian disebut mengantar perempuan tersebut menuju sebuah kos di wilayah Tayu.

Namun, situasi berubah ketika di dalam kos tersebut diduga terdapat suami perempuan tersebut, berinisial EA.

Dari situlah terjadi percekcokan yang kemudian diduga berujung pada aksi penusukan terhadap korban.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan hubungan asmara dan kronologi lengkap tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan kepolisian.

Kasus ini sebelumnya juga menjadi perhatian setelah beredar di media sosial. Dalam unggahan tersebut, peristiwa disebut sebagai dugaan konflik cinta segitiga yang berujung maut.

Polisi Turun Tangan

Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan terhadap perkara tersebut. Seorang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu disebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi kini memiliki pekerjaan penting untuk mengurai secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi: siapa yang melakukan penusukan, bagaimana rangkaian percekcokan berlangsung, serta apa motif yang melatarbelakanginya.

Sebab, di tengah derasnya informasi di media sosial, fakta hukum tetap harus menjadi pijakan utama.

Publik pun menunggu penjelasan resmi Polresta Pati mengenai identitas korban, terduga pelaku, barang bukti, hasil pemeriksaan saksi, serta motif di balik tragedi berdarah tersebut.

Satu nyawa telah melayang. Kini publik menanti agar kasus ini tidak berhenti pada narasi yang beredar, tetapi terang melalui proses hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Red.