Silugonggo Mengering! Ribuan Hektare Sawah Pati Terancam Gagal Panen.

PATI, BuserPost.com — Krisis air mulai menghantui petani di Kabupaten Pati. Sungai Silugonggo yang menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian dilaporkan mengalami penyusutan debit hingga mengering di sejumlah titik.

Kondisi tersebut membuat petani di sejumlah wilayah Pati mulai cemas. Ancaman kekurangan air datang ketika tanaman membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan pertumbuhan dan produktivitasnya.

Informasi yang beredar menyebut ribuan hektare lahan pertanian di sepanjang wilayah yang bergantung pada aliran Silugonggo berpotensi terdampak. Sejumlah petani bahkan mulai khawatir tanaman mereka tidak mampu bertahan apabila kondisi tersebut berlangsung lebih lama.

Salah seorang petani menyebut sekitar 127 hektare sawah di wilayahnya kini membutuhkan pasokan air. Kekeringan sungai membuat pengairan menjadi persoalan serius bagi petani.

Petani di Ujung Kecemasan

Bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan tambahan. Ketika saluran irigasi kehilangan pasokan, risiko terhadap tanaman meningkat dan biaya produksi dapat ikut membengkak.

Petani harus mencari alternatif sumber air, sementara kemampuan masing-masing wilayah tidak sama. Jika kondisi terus berlanjut, ancaman gagal panen bukan lagi sekadar kekhawatiran.

Situasi ini juga menjadi alarm bagi pengelolaan sumber daya air di Pati. Sungai yang selama ini menjadi bagian penting sistem pengairan pertanian tidak bisa dibiarkan menghadapi kondisi kritis tanpa langkah penanganan yang jelas.

Jangan Tunggu Sawah Puso

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu segera memastikan kondisi debit Silugonggo, memetakan wilayah pertanian terdampak, serta mengambil langkah konkret untuk menjaga ketersediaan air bagi petani.

Persoalannya bukan hanya berapa hektare sawah yang terdampak hari ini. Jika pasokan air tidak segera ditangani, dampaknya dapat merembet pada produksi pangan dan pendapatan rumah tangga petani.

Kekeringan Silugonggo menjadi peringatan bahwa persoalan air harus ditangani sebelum kerusakan tanaman semakin luas.

Petani tidak membutuhkan sekadar janji. Mereka membutuhkan air untuk menyelamatkan tanaman yang sudah mereka tanam.

red