Ratusan Peternak Unggas Pati Turun ke Jalan, Harga Telur Anjlok Rp20 Ribu per Kilogram

PATI – Ratusan peternak unggas di Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak. Mereka mengaku mengalami kerugian karena harga jual telur hanya berkisar Rp20.000 per kilogram, sementara biaya produksi dinilai masih lebih tinggi.

Dalam aksi tersebut, para peternak membawa berbagai spanduk dan menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga telur. Mereka menilai kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Salah seorang perwakilan peternak mengatakan kondisi yang terjadi saat ini membuat banyak peternak kesulitan menutup biaya operasional.

“Dengan harga telur sekitar Rp20.000 per kilogram, kami sudah merugi. Sementara harga pakan, bibit, vitamin, dan kebutuhan operasional kandang masih tinggi. Kalau kondisi ini terus berlanjut, banyak peternak kecil yang tidak akan mampu bertahan,” ujarnya.

Menurut para peternak, kenaikan biaya produksi tidak diikuti dengan harga jual yang layak. Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi peternak rakyat dari kerugian yang berkepanjangan.

Selain meminta stabilisasi harga, massa aksi juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap tata niaga telur serta memperkuat pengawasan pasar agar tercipta keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Perwakilan peternak berharap pemerintah segera membuka ruang dialog dengan pelaku usaha peternakan.

“Kami tidak meminta harga yang tinggi. Kami hanya berharap harga telur berada di atas biaya produksi sehingga peternak masih bisa menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait respons atas aksi tersebut.

Red.